Oleh ASM. Romli
PENULISAN naskah untuk disiarkan di radio secara teknis berbeda dengan cara penulisan di media massa cetak. Perbedaan utamanya, naskah berita radio harus menggunakan bahasa tutur atau bahasa percakapan (conversational langguage) dengan mengunakan kata-kata yang biasa diucapkan sehari-hari dalam obrolan lisan (spoken words).
Prinsip Penulisan
Secara umum, prinsip penulisan naskah berita radio antara lain ringkas, jelas, sederhana dan mudah dimengerti, serta untuk diucapkan –bukan untuk dibaca.
Untuk memenuhi prinsip tersebut, kata-kata yang digunakan harus kata sederhana dan umum digunakan, penekanan (stressing) pada kata-kata yang penting -seperti nama atau istilah khusus, pembulatan angka-angka (misalnya 350.011 orang menjadi 350 orang lebih), pengucapan kata harus jelas, dan penggunaan kalimat aktif (misal: ribuan mahasiswa memprotes pemerintah, bukan pemerintah diprotes ribuan mahasiswa).
Seringkali seorang penulis naskah (scriptwriter) atau editor berita (news editor) sebuah stasiun radio hanya melakukan penulisan ulang (rewriting) dalam menyiapkan naskah. Dengan begitu, ia hanya mengubah “bahasa media cetak (bahasa tulis)” menjadi “bahasa media audio (bahasa lisan)”. Misalnya, Rp 20.000 = 20-ribu rupiah, Himpunan Mahasiwa Islam (HMI) = Himpunan Mahasiswa Islam -HMI, US$200 = 200 dolar Amerika Serikat.
Sekilas Presenter Berita
Presenter berita adalah orang yang membawakan atau mengantarkan acara berita di televisi atau radio. Istilah ini biasa dipakai di industri televisi/radio di Indonesia dan merupakan padanan “penyiar berita” yang juga banyak dipakai di radio (id.wikipedia.org).
Secara internasional dikenal tiga kategori penyaji berita, yakni pembaca berita (newsreader), penyiar berita (newscaster), dan jangkar berita (anchor).
Pembaca berita (newsreader) adalah pembawa acara yang berperan membacakan berita. Tugasnnya membacakan naskah berita yang ditulis orang lain dan tidak punya peran dalam peliputan berita.
Penyiar berita (newscaster) adalah orang yang menyiarkan program berita dan ia juga bekerja sebagai wartawan/reporter. Ia ikut serta dalam peliputan berita atau produksi berita -turut membuat naskah berita yang akan dibacakannya. Istilah ini digunakan untuk membedakan jurnalis aktif dari pembaca berita.
Jangkar berita (news anchor) adalah jurnalis televisi atau radio yang membawakan materi berita dan sering terlibat memberikan improvisasi komentar dalam siaran langsung. Istilah ini utamanya dipakai di Amerika Serikat dan Kanada. Banyak news anchor terlibat dalam penulisan dan/atau penyuntingan berita bagi program mereka sendiri. News anchor juga mewawancara narasumber di studio atau memandu program diskusi. Banyak juga yang menjadi komentator dalam berbagai program berita. Istilah anchor (anchorperson, anchorman, atau anchorwoman) diperkenalkan oleh produser CBS News, Don Hewitt.
Contoh Naskah Berita untuk Radio:
Mahasiswa Tuntut Pendidikan Gratis
Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia –BEM UI, kemarin berunjuk rasa di depan Gedung Departemen Pendidikan Nasional. Mereka menuntut pendidikan gratis, setidak-tidaknya untuk tingkat sekolah rendah dan pendidikan dasar.
Ketua BEM UI –Ahmad Fathul Bari– mengatakan, pemerintah telah membuang uang negara, dengan mengadakan berbagai acara dan spanduk peringatan hari pendidikan nasional. Padahal, uang itu seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan rakyat.
Sebagaimana diberitakan Tempo Interaktif, massa juga meminta pemerintah melaksanakan konstitusi, yakni memenuhi anggaran 20 persen APBN bagi sektor pendidikan. Mereka juga berharap, agar pemerintah dan DPR sadar, bahwa rancangan undang-undang badan hukum pendidikan –RUUBHP– yang sedang dibahas, memiliki spirit liberalisasi dan privatisasi lembaga pendidikan publik.*
Tukul Diprotes Pelajar SD Muhammadiyah Surabaya
Pemandu program acara hiburan di salah satu stasiun televisi swasta –Tukul Arwana, kemarin diprotes puluhan pelajar SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya, saat merayakan Hari Pendidikan Nasional di sekolahnya. Menurut seorang pelajar –Fahrizal, cium pipi kanan-cium pipi kiri yang dilakukan Tukul itu, tidak bermutu dan tidak bermoral, karena bukan muhrim.
Dikatakan Fahrizal, adegan itu disengaja untuk menciptakan ‘virus’ baru, guna ditanamkan kepada masyarakat. Bahkan bintang tamunya mengenakan pakaian yang tak layak dipertontonkan. Jika tayangan seperti itu terus berlanjut, ia mengajak teman-temannya untuk mematikan televisi.
Media Indonesia On Line memberitakan, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya -Muhammad Sholihin– menuturkan, Tukul Arwana memang telah menjadi ikon, sampai akhirnya jam tayang yang semula akhir pekan, menjadi setiap hari Senin hingga Jumat. Bahkan jam tayang yang semula pukul setengah 11 malam, diajukan menjadi jam setengah 10 malam. Solihin menambahkan, anak didiknya tidak menolak acara tersebut, asalkan Tukul sebagai wong ndeso, sebaiknya tidak merusak acaranya dengan cipika-cipiki, busana bintang tamu yang ‘mengumbar’ aurat, dan bahasa yang tak senonoh.*
Naskah Asli:
Mahasiswa Tuntut Pendidikan GratisRabu, 02 Mei 2007 14:24 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berunjuk rasa di depan Gedung Departemen Pendidikan Nasional, Rabu siang. Mereka menuntut pendidikan gratis, setidak-tidaknya untuk tingkat sekolah rendah dan pendidikan dasar. Pendidikan rendah harus diwajibkan, pendidikan teknik dan kejuruan secara umum harus terbuka bagi semua orang dan pendidikan tinggi harus secara adil dapat diakses oleh semua orang berdasarkan kepantasan.
Ketua BEM UI, Ahmad Fathul Bari, mengatakan pemerintah telah membuang uang negara dengan mengadakan berbagai acara dan spanduk peringatan hari pendidikan nasional. Padahal, uang itu seharusnya dapat digunakan untuk kepentingan rakyat. Massa yang berjumlah seratusan orang itu juga meminta pemerintah melaksanakan konstitusi, yakni memenuhi anggaran 20 persen APBN bagi sektor pendidikan. Mereka juga berharap agar pemerintah dan DPR sadar bahwa rancangan undang-undang badan hukum pendidikan (RUUBHP) yang sedang dibahas memiliki spirit liberalisasi dan privatisasi lembaga pendidikan publik. Rencananya, 20 orang mahasiswa akan berdialog dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, Prof Satryo Soemantri Brodjonegoro untuk membahas tuntutan mereka.*
Tukul Diprotes Pelajar SD Muhammadiyah Surabaya
MIOL: Pemandu program acara hiburan di salah satu stasiun televisi swasta, Tukul Arwana, Rabu, diprotes puluhan pelajar SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya saat merayakan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di sekolahnya. “Cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri) yang dilakukan Tukul itu tidak bermutu, tidak bermoral, karena bukan muhrim,” ujar Fahrizal, pelajar kelas 5 SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya dalam orasinya.
Adegan itu, katanya, disengaja untuk menciptakan ‘virus’ baru untuk ditanamkan kepada masyarakat. Bahkan bintang tamunya mengenakan pakaian yang tak layak dipertontonkan.
“Kalau seperti itu, nanti kita akan matikan televisi-nya. Setuju….,” ucapnya, bersemangat, yang dijawab puluhan kawannya dengan terikan, “Setuju….”
Dalam aksi tersebut, puluhan pelajar itu membentangkan poster yang antara lain bertuliskan “Cipika-Cipiki Yang Bukan Muhrim… Nggak-lah”, “4 Mata atau 1.000 Mata Boleh Asal Jaga Akhlak”, “Sensor Adegan Perusak Moral” serta “Media-ku Kami Butuh Acara Mendidik,” dan sebagainya. Selain itu, para pelajar juga melakukan gerakan teatrikal berupa adegan peradilan class action dengan majelis hakim ‘hati nurani’ dan masyarakat yang menggugat tayangan Banyak Mata secara class action.
Secara terpisah, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4, Pucang, Surabaya, M Sholihin SAg, menuturkan, Tukul Arwana memang telah menjadi ikon, sampai akhirnya jam tayang yang semula akhir pekan menjadi setiap hari Senin hingga Jumat. “Alasannya, rating tayangan itu tinggi. Bahkan jam tayang yang semula pukul 22.30 WIB diajukan menjadi 21.30 WIB, tapi mereka tak memperhitungkan bila anak anak dan remaja pun menonton,” tegasnya. Ia menambahkan, anak didiknya tidak menolak acara tersebut, asalkan Tukul sebagai wong ndeso sebaiknya tidak merusak acaranya dengan cipika-cipiki, busana bintang tamu yang ‘mengumbar’ aurat, dan bahasa yang tak senonoh.
Dalam peringatan Hardiknas, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur menggelar seminar yang memprotes sinetron remaja di mayoritas stasiun televisi yang dinilai merusak moral remaja.
“Banyak sinetron yang berlatarbelakang sekolah dan remaja, tapi mata acaranya justru mengajarkan percintaan, perkelahian, dan gaya hidup hura-hura. Karena itu, kami minta pengelola media bersikap bijak,” ucap Ketua IMM Jatim, Sholikul Huda.*
* ASM. Romli. Tulisan ini dimaksudkan sebagai materi pendukung perkulian “Jurnalistik Radio” Mahasiswa Jurnalistik Semester IV UIN Bandung (2007).
sumber
TomseT
when the truth will out
Rabu, 09 November 2011
Rabu, 27 April 2011
Waspada terhadap Sampah!
“Sampah masyarakat” merusak kesehatan, bahkan “jiwa dan mental”, Siapa yang tidak kenal dengan “sampah”, sampah merupakan benda-benda yang sudah tidak terpakai lagi, baik yang berasal dari rumah maupun sisa-sisa proses industri.

Rabu, 09 Februari 2011
Download Google Chrome 6.0.472.53

Pada awalnya sih saya nggak begitu tertarik sob sama iklan di google search yang isi nya seperti ini"Unduh versi terbaru Chrome, browser kita yang tercepat." Tapi lama-lama saya penasaran juga ingin mencobanya, kayanya nggak ada salahnya kalau saya mencoba browser Google Chrome ini, itung-itung buat nambah koleksi browser dan pengalaman aja. Hehehe
Bantu Operasi, Ilmuwan Ciptakan Cairan Menyala
Ilmuwan mengebangkan cairan yang mampu menyala di tubuh pasien. Setelah disuntikkan, cairan bersinar itu dapat membantu ahli bedah melihat saraf sensitif di dalam tubuh.

Cairan peptida ini memungkinkan ahli bedah melihat saraf sensitif tubuh manusia dengan pemantauan elektronik. Karenanya, dokter dapat menghindari saraf tersebut untuk mencegah kerusakan yang bisa menyebabkan sakit parah dan kelumpuhan.
Senin, 24 Januari 2011
Meteorit Hoba, Meteorit Terbesar yang Pernah Ditemukan Di Bumi Saat Ini
Meteorit Hoba terletak di peternakan "Hoba West", tidak jauh dari Grootfontein, di Wilayah
Otjozondjupa Namibia.
Meteorit ini ditemukan oleh petani Jacobus Hermanus Brits saat mengolah salah satu bidang pertaniannya, tahun 1920 ketika ia membajak dengan lembu tanpa sengaja bajaknya tersangkut.Meteorit segera digali, namun karena bentuknya begitu besar (sekitar 60 ton), jadi tidak pernah dipindahkan. Meteorit Hoba adalah meteorit terbesar yang pernah diketemukan di bumi, sebagian besar mengandung besi alami.

Hal ini dispekulasikan bahwa meteorit itu memasuki atmosfer bumi pada sudut yang sangat dangkal, diperlambat oleh kondisi atmosfir sekitar ke titik jatuh ke permukaan pada kecepatan terminal, sehingga tersisa utuh dan menyebabkan sedikit bekas.
Meteorit ini berukuran 8 kaki 9 inchi. Pada tahun 1920, berat meteorit diperkirakan 66 ton.
Erosi, sampling ilmiah dan vandalisme telah mengurangi berat meteorit selama bertahun-tahun menjadi 60 ton. Tanda gergaji besi dapat dikenali dengan mudah di banyak tempat di permukaan meteorit.
Dalam upaya untuk mengendalikan vandalisme, meteorit Hoba dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1955. Namun, perusakan meteorit terus terjadi sampai Foundation Rössing mendanai restorasi secara menyeluruh dan pelestarian meteorit itu pada tahun 1988.
Di tahun itu, pusat wisata itu dibuka di situs Meteorit berada. Untuk biaya masuk yang kecil, Hoba dapat dikunjungi, disentuh dan bahkan dinaiki untuk pemotretan foto spektakuler. Meteorit Hoba sekarang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun.
Dalam upaya untuk mengendalikan vandalisme, meteorit Hoba dinyatakan sebagai Monumen Nasional pada tahun 1955. Namun, perusakan meteorit terus terjadi sampai Foundation Rössing mendanai restorasi secara menyeluruh dan pelestarian meteorit itu pada tahun 1988.
Di tahun itu, pusat wisata itu dibuka di situs Meteorit berada. Untuk biaya masuk yang kecil, Hoba dapat dikunjungi, disentuh dan bahkan dinaiki untuk pemotretan foto spektakuler. Meteorit Hoba sekarang dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun.






Kondisi Hoba Sebelum Restorasi


Awal perjalanan mengunjungi Hoba terkena meteorit, sekitar 1955

1960 Meteorit Hoba: Foto sebelum pelestarian, 1960
Minggu, 24 Oktober 2010
10 Penemu yang Dibunuh Penemuannya Sendiri
10. Henry Winstanley

Ia merupakan arsitek lighthouse (mercusuar) yg sangat terkenal yg membangun mercusuar Eddystone. Ia tadinya pengen ngetes kekuatan mercusuar buatannya sehingga ia berada di dalam mercusuar itu pada saat badai. Tapi nyatanya mercusuarnya roboh dan membunuhnya beserta lima orang lainnya.

Ia merupakan arsitek lighthouse (mercusuar) yg sangat terkenal yg membangun mercusuar Eddystone. Ia tadinya pengen ngetes kekuatan mercusuar buatannya sehingga ia berada di dalam mercusuar itu pada saat badai. Tapi nyatanya mercusuarnya roboh dan membunuhnya beserta lima orang lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)